Kisah ini menggambarkan betapa Islam sangat mengajarkan “menghormati dan memuliakan seorang yang telah Sepuh” sekalipun ia berbeda Agama

{ المواعظ العصفورية صحـ ٤-٥ }
الحديث الثالث : عن انس بن مالك رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ان الله ينظر الي وجه الشيخ صباحا ومساء فيقول كبر سنك ودق عظمك ورق جلدك وقرب اجلك وحان قدومك الي فاستح مني فإني استحيي من شيبتك أن أعذبك في النار ( الحديث الخ )

وحكي أن عليا كرم الله وجهه كان يذهب الي الجماعة لصلاة الفجر مسرعا فلقي شيخا يمشي قدامه علي السكينة والوقارة، وما مر علي كرم الله وجهه تكريما له وتعظيما لشيبته حتي حاك وقت طلوع الشمس فلما دني باب المسجد ولم يدخل المسجد علم علي انه كان من النصاري فدخل علي المسجد فوجد رسول الله صلى الله عليه وسلّم في الركوع وطول الركوع مقدار ركعة حتي ادركه علي، فلما فرغ من صلاته فقالوا يا رسول الله لما طولت الركوع في هذه الصلاة.؟ ما كنت تفعل مثل هذا. فقال رسول الله صلي الله عليه وسلم : لما ركعت وقلت سبحان ربي العظيم كما كان وردي، واردت أن أرفع رأسي جاء جبريل عليه السلام ووضع جناحه على ظهري وأخذني طويلا فلما رفع جناحه عن ظهري رفعت رأسي. فقالوا لما فعل هكذا.؟ فقال ما سألته عن ذلك . فحضر جبريل عليه السلام سأل النبي فقال يا محمد إن عليا كان يعجل إلى الجماعة فلقي شيخا نصرانيا في الطريق ولم يعلم أنه نصراني واكرمه لاجل شيبته وما تقدم منه وحفظ حقه فامرني الله ان اخذك في الركوع حتي يدرك علي كرم الله وجهه صلاة الفجر .
هذا ليس بعجيب، وأعجب العجب ما روي ان الله تعالي امر ميكائيل أن يأخذ الشمس بجناحه حتي لا يطلع الشمس بحرمة علي وهو أكرم الشيب ،فأكرم الله تعالي بأخذ الرسول في الركوع طويلا، وعلي نال هذه الدرجة بحرمة الشيخ الفاني مع انه كان نصرنيا.

Hadits Ketiga
Diriwayatkan dari Sahabat Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Sesungghunya Allah SWT melihat wajah kakek-kakek (orang yang sudah lanjut usia) pagi dan sore hari. Allah SWT berfirman “wahai hamba-Ku, usiamu telah tua, kulitmu telah keriput, tulangmu telah keropos, ajalmu telah mendekat, dan waktu kedatanganmu menghadap-Ku (mati) telah dekat. Engkau harus malu kepada-Ku, karena Aku merasa malu pada ubanmu kalau harus menyiksamu di Neraka”.

Hikayat
Pada suatu hari, Sayyidina Ali RA bergegas menuju masjid untuk salat Subuh berjamaah. Di tengah perjalanan, ia terhalang oleh seorang yang telah lanjut usia yang berjalan lamban di depannya. Melihat hal itu, Sayyidina Ali RA pun tidak mendahuluinya demi memuliakan orang tua tersebut. Sayyidina Ali RA lebih memilih tetap berjalan perlahan di belakangnya hingga matahari hampir terbit.

Tatkala telah sampai di gerbang masjid, orang tua tersebut tidak memasukinya. Betapa terkejutnya Sayyidina Ali RA saat ia tahu bahwa orang tua tersebut adalah seorang Nasrani.

Di dalam masjid, Sayyidina Ali RA mendapati Rasulullah SAW dalam keadaan rukuk dan Sayyidina Ali RA pun dapat mengejar Rakaat Shalat Subuh. Karena saat itu Rasulullah SAW memperlama durasi rukuk.

Selesai Shalat, seorang Shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau memperlama durasi rukuk yang belum pernah engkau kerjakan sebelumnya.”

“Ketika Aku ruku’ dan mengucap ‘subhanarobbialadzhim’ seperti biasanya, lalu Aku hendak mengangkat kepalaku (i’tidal), datanglah Malaikat Jibril AS dan meletakkan sayapnya di atas punggungku, dia menahanku agak lama, ketika dia mengangkat sayapnya barulah aku mengangkat kepalaku (i’tidal)”. Jawab Rasulullah SAW.

“Kenapa bisa begitu, wahai Rasulullah?” seorang Shahabat kembali bertanya penasaran.

“Aku tidak menanyakan itu pada Jibril.” pungkas Rasulullah SAW.

Tak lama berselang, Malaikat Jibril AS mendatangi Beliau SAW dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Ali bergegas untuk berjamaah, kemudian di perjalanan dia bertemu orangtua renta Nasrani, sedangkan Ali belum tahu kalau dia (orang tua renta) adalah orang Nasrani. Dia begitu menghormatinya sebab tuanya, dan tidak mendahuluinya serta menjaga haknya. Lantas Allah Ta’ala menyuruhku untuk menahanmu dalam keadaan ruku’ hingga Ali mendapati Shalat Subuh.”

Dan yang menakjubkan adalah Allah Ta’ala menyuruh Malaikat Mikail AS menahan Matahari dengan sayapnya hingga Matahari tidak terbit agak lama karena Sayyidina Ali. Derajat ini sebab hormat kepada orang tua renta walaupun dia seorang Nasrani.

Demikian kisah Sayyidina Ali RA yang menakjubkan. Pelajaran yang bisa kita petik adalah anjuran untuk senantiasa menghormati dan memuliakan Orang Tua. Selain itu Hikmah bagi orang yang berusia lanjut dan rambut beruban agar memperbanyak ibadah kepada Allah sebelum ajal menjemput.

Wallahu A’lam Bisshowab

Disadur dari kitab Al-Mawaidz al-Ushfuriyyah, halaman 3-4 karya Syekh Muhammad bin Abi Bakar Al-Ushfuri.

Pondok Pesantren Al Hikmah Darussalam
Tepa’nah Barat Durjan Kokop Bangkalan

Kisah Sayyidina Ali dan Malaikat yang Menahan Terbitnya Matahari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *